Tips Menjadi Penyiar Radio Terpopuler 2021

Tips Menjadi Penyiar Radio Terpopuler 2021

Dapat bekerja di bidang broadcasting bisa dikatakan membanggakan dan cukup bergengsi. Meskipun nampaknya kini industri media digital perlahan menyingkirkan industri media konvensional, namun ternyata hal ini tidak berdampak terhadap minat anak muda untuk berkarier di dunia broadcasting.

Tidak hanya bekerja untuk televisi, ternyata prospek kerja di dunia broadcasting sangat luas, lho, teman-teman. Kamu bisa bekerja sebagai video editor, penulis naskah, sutradara musik, pembaca berita, dan yang akan kita bahas dalam artikel ini  – penyiar radio.

Radio kian ditinggalkan pendengarnya, seiring kehadiran internet dan kini booming podcast. Kabarnya saat ini jumlah pendengar radio tinggal 13% dari konsumen media secara keseluruhan.

Banyak perusahaan radio merumahkan atau mem-PHK penyiarnya. Namun demikian, lowongan penyiar radio masih ada. Anda bisa cek situs-situs lowongan kerja.

Orang yang mau menjadi penyiar radio pun masih ada. Radio masih diminati. Berikut ini cara menjadi penyiar radio.

Menjadi seorang penyiar radio bagi sebagian orang merupakan salah satu profesi idaman dan bahkan mungkin cita-cita. Bahkan artis-artis kita banyak memulai karir berawal dari penyiar radio seperti Kamal, TJ, dan masih banyak lagi. Menjadi penyiar radio tak hanya sebagai sebatas profesi yang orientasinya hobby namun juga dapat menghasilkan profit sebagai penghasilan utama walaupun tidak seberapa.

1. Mempunyai haya dan karakter vokal yang unik

Keunggulan utama dari radio adalah kemampuannya dalam menyampaikan suatu informasi dan pesan secara rinci hanya dengan mengandalkan audio. Maka dari itu, penting bagi seorang penyiar radio profesional untuk memperhatikan intonasi, artikulasi, serta speed yang mereka gunakan saat berbicara.

Ketika suatu pesan disampaikan dengan pelafalan kalimat yang jelas, intonasi yang pas, serta speed yang tepat, audiens akan lebih mudah dalam memahami dan menyerap informasi yang penyiar coba untuk sampaikan.

2. Percaya Diri

Seorang penyiar radio adalah orang yang percaya diri. Dalam berbagai kondisi dan situasi saat siaran seorang penyiar harus mampu membawa suasana siaran agar menjadi suatu hal yang menarik bagi para pendengarnya. Oleh karenanya percaya diri menjadi hal yang penting dalam membawa suasana tersebut.seorang penyiar tidak boleh terdengar malu-malu ataupun ragu dalam kegiatan siaranya ketika On Air. Bahwa dalam hal ini tentu saja percaya diri menjadi hal yang dapat dilatih dan dipelajari.

3. Latihan berbicara

Latihan bicara dengan artikulasi yang jelas. Saat pelajaran bicara, anggap saja anda sedang ngobrol atau pidato. Atau bila mau seraya baca teks pun nggak apa-apa. Pastikan masing-masing kata yang anda ucapkan jelas. Trus, tidak boleh bicara terlampau cepat atau terlampau lambat. Bagi mengevaluasi, jajaki rekam suaramu.

4. Kontrol lafal dan ucapan

Terapkan hal-hal yang anda latih dalam keseharian. Biasakanlah berkomunikasi dengan jelas. Misalnya, dengan melafalkan ucapan-ucapan dengan benar dan mengontrol kecepatan bicara.

5. Latihan ala penyiar

Coba, deh, baca koran atau majalah dengan gaya berkata seperti penyiar. Sesuaikan gaya penyampaiannya dengan teks yang dibaca. Kalau lagi baca berita serius, pembawaan kamu pun harus laksana pembawa berita. Kalau lagi baca tulisan santai, pembawaan anda harus relaks dan personal, laksana lagi ngobrol. Oya, terdapat tips, nih. Bagi siaran bergaya santai, kamu dapat bicara seraya tersenyum agar intonasi anda ikut tersiar rileks.

6. Perluas wawasan

Di samping paham info-info terkini, pengetahuan umum seorang penyiar pun mesti luas, lagipula penyiar tidak jarang membahas sekian banyak macam hal. Wawasan dapat kamu bisa dari pelbagai sumber, laksana media, blog, buku, film, pergaulan, dan lingkungan sekitar. Yang penting anda harus proaktif guna memperkaya wawasan.

7. Latihan pembawaan diri

Latihan ini bertujuan untuk mengajar gestur dan ekspresi kamu, khususnya bila kamu inginkan jadi MC. Lebih afdol lagi bila latihannya direkam kamera, agar kamu dapat mengevaluasi diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *